Biografi Mangkunegara IV (1811-1881 M)


Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoro IV merupakan putra pasangan Kanjeng Pangeran (KP) Hadiwijoyo I dengan Raden Ajeng Sekeli, lahir pada tanggal 3 Maret 1811 di Surakarta, yang diberi nama  RM Sudiro. Dari garis ayah, yaitu KP Hadiwijoyo I adalah putra RMT Kusumodingrat, dan cicit dari KPA Hadiwijoyo (Pangeran Seda ing Kaliabu) dan cucu dari Susuhunan Paku Buwana III. Sedangkan dari garis ibu yaitu RA Sekeli merupakan putri dari Sri Mangkunegara II. Pada masa kanak-kanak, sejak dini pada dirinya mulai ditanamkan pendidikan yang berlaku di lingkungan keraton, yaitu pendidikan yang berorientasi pada pembentukan pola kelakuan yang sesuai dengan adat-istiadat Jawa, karena dalam masyarakat tradisional proses pendidikan berpangkal pada prinsip bahwa fungsi pendidikan adalah pelestarian tradisi serta kontinuitasnya dari generasi ke generasi[1]. Sejak kecil  hingga berusia 10 tahun  RM Sudiro  diasuh  dan dididik oleh  kakeknya yaitu  KGPAA Mangkunegara II  untuk  belajar agama, membaca, bahasa dan tulisan Jawa[2]. Selain itu juga belajar bahasa Belanda, tulisan latin dan pengetahuan lainnya dari orang Belanda, diantaranya JFC Dr.Gericke[3]  dan CF.Winter[4].
Setelah sepuluh tahun menjalani proses sosialisasi dan enkulturasi di bawah pengawasan Mangkunagara II, kemudian Raden Mas Sudira dititipkan kepada kakak sepupunya Raden Mas Sarengat  atau Pangeran Riya (kelak menjadi Mangkunagara III) yang menganggapnya sebagai putra pertama karena belum memiliki keturunan. Pada masa di bawah bimbingan Pangeran Riya inilah jiwa kepujanggaan dan kesatriaan mulai ditanamkan pada diri Raden Mas Sudira. Seperti putra bangsawan lainnya, Mas Sudira menjalani proses pendidikan yang penuh dengan ajaran moral dalam nuansa budaya Jawa tradisional. Oleh karena tujuan pendidikan pada waktu itu untuk mengembangkan kepribadian, maka oleh pangeran Riya, Mas Sudira diberi pelajaran tentang etika, yaitu pelajaran tentang bagaimana seseorang harus membawa diri, bersikap, dan melakukan tindakan-tindakan agar dapat hidup menjadi pribadi yang baik[5].
Langkah awal yang dilakukan setelah diangkat menjadi pimpinan Praja Mangkunegaran adalah menata pemerintahan  yang berpedoman pada Panca Pratama, Hasta Brata, dan berbagai ajaran  yang diperoleh dari kepustakaan barat dan jawa lainnya, yaitu:
1.    Menata kembali struktur organisasi
2.    Menata kegiatan bidang ekonomi
3.    Menata bidang sosial budaya dalam usaha menatap masa depan.
4.    Menata dan menyempurnakan tugas tugas Legiun Mangkunegaran
5.    Melakukan pembangunan dengan membangun perusahaan dan membangun berbagai fasilitas untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. 
 Sekalipun Sri Mangkunegoro IV banyak bergaul dengan bangsa barat, namun sebagai pimpinan praja, beliau berusaha meneladani raja –raja jawa yang baik. Sebagai tolak ukur raja yang baik dijumpai dalam Serat Witaradya yang merupakan  karya dari sahabat dekatnya  R. Ng. Ronggowarsito dimana dikatakan bahwa seorang  raja besar, baik dan bijaksana harus memenuhi Panca  Pratama  atau lima hal baik, yaitu:
1.    Mulat artinya waspada dalam segala hal.
2.    Amilala artinya memelihara dengan baik hal-hal yang telah ada.
3.    Amiluta, berbuat baik agar setiap orang atau rakyat suka kepadanya.
4.    Miladarma, melaksanakan darma yang baik agar tercipta kesejahteraan lahir batin.
5.    Palimarma, belas kasih, suka memaafkan kepada orang yang bersalah. 
Sri MN IV dan R. Ng. Ronggowarsito merupakan pujangga yang paralel pada jamannya. Beberapa kalangan mengatakan  bahwa Sri MN IV sangat kuat dalam tataran filosofisnya sedangkan R. Ng. Ronggowarsito menguasai kosa kata yang baik. Sri MN IV tercatat sebagai salah satu filosof dunia, sebagaimana tercatat dalam “Le dictionnaire De Philosophie”[6]
Untuk menata kedalam, Sri MN IV menciptakan Serat Tripomo sebagai ajaran moral yang dijadikan kerangka acuan pemikiran bagi beberapa  pihak untuk memahami dan menghargai karya pendahulunya. Himbauan berupa sanepo atau kiasan melalui syair Serat Tripomo ditujukan kepada anggota masyarakat Mangkunegaran yang memiliki kedudukan seperti pangeran, pimpinan prajurit, dan lain-lain dalam ukuran norma orang jawa. Serat Tripomo merupakan satu model yang telah dibuktikan mampu untuk memahami kondisi situasional yang dihadapi dan mengambil solusi sesuai kadarnya.
Dengan mendasarkan pada keteladanan sebagaimana tersurat pada Panca Pratama dan Hasta Brata maka Sri Mangkunegoro IV menata pemerintahannya dengan gebrakan yang bersifat ragawi dan rohani. Hal tersebut di antaranya ditunjukkan dengan adanya semacam ketetapan yang berisi; (1) arahan yang ditujukan kepada para kerabat dan para sentono, dan (2) dikeluarkannya  Layang  Pranatan tentang larangan suap tahun 1854. Konten pertama berisi catatan:
“Penguasa (raja) selalu dihubungkan dengan ucapannya yang dianggap setinggi gunung, tidak dapat dibantah. Menjadi penguasa itu berkat karunia Tuhan, cara yang digunakan bergantung pada kepribadian yang dimiliki”.
“Kalau menjadi penguasa itu untuk memenuhi kebutuhan hidup maka yang ditampilkan adalah keserakahan, berbuat kekerasan dan menggunakan kekuatan. Tetapi jika menjadi penguasa untuk kesejahteraan umum maka yang ditampilkan adalah darma, belas kasih, dan tanggung jawab. Sekarang kebanyakan yang sudah menjadi penguasa menjadi lupa, tidak rela kehilangan kedudukan”.
“Seseorang yang sudah dewasa dalam berpikir, bijaksana dan memahami peraturan, jangan  takut  jika diminta menjadi penguasa”.
Kontan ke dua berupa dikeluarkannya  Layang  Pranatan tentang larangan suap tahun 1854 M, menuliskan:
“Segala orang yang menginginkan kedudukan  apakah menjadi Ngabei, Demang, Rangga serta Bekel dilarang menyuap dengan uang atau barang lain yang ada harganya”.
“Jika berhasil memperoleh kedudukan, dilarang meminta uang jasa kepada bawahannya”.
“Barang siapa melanggar perintah ini, yang memberi atau yang menerima suap akan dikenakan hukuman setimpal  dengan kesalahan”. 
Mangkunegara IV (1811-1881) seorang filsuf dan budayawan abad ke 19 yang memiliki keahlian, kenegaraan, kemiliteran, sastra budaya dan agama. Ajarannya tentang sembah (ibadah) dan budiluhur (akhlak) dari kumpulan serat-serat piwulang, sesungguhnya berwujudan lain dari hubungan manusia dengan Tuhannya, di mana mengharuskan manusia melakukan ibadah dalam arti utuh secara total kepada Allah dalam bentuk ajaran sembah yang meliputi, Sembah Raga, Sembah Cipta (kalbu), Sembah Jiwa dan Sembah Rasa, yang apabila dibandingkan dengan Syari’at, Tarikat, Hakikat dan Ma’rifat akan kelihatan persamaannya baik bentuk maupun urutannya, meskipun formatnya berbeda. Sedangkan ajaran budiluhur lebih menekankan pada hubungan manusia dengan masyarakat dan lingkungannya.



[1] Endah Susilantini, Titi Mumfangati, Suyami, Konsep Sentral kepengarangan KGPAA Mangku Negara IV, editor Lindyastusi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1997, h. 43
[2] Sejak masih anak-anak Sudira sudah dikenal kepandaian dan kecerdasannya. Dalam Babad Mangkunagara IV diceritakan bahwa begitu lahir, R.M. Sudira diminta oleh kakeknya, KGPAA Mangkunagara II untuk dijadikan putera angkatnya. Bayi yang masih kecil itu diserahkan kepada selirnya yang bernama Mbok Ajeng Dayaningsih untuk diasuh. R.M. Sudira pada masa kecilnya tidak mendapatkan pendidikan formal, pendidikan diberikan secara privat. R.M. Sudira juga mendapatkan tuntunan dari orang-orang Belanda yang didatangkan oleh KGPAA Mangkunagara II, yang selain untuk menuntun Pangeran Riya yang dipersiapkan sebagai K.P. Prangwadana III, juga ditugasi mendidik R.M. Sudira terutama dalam hal pengajaran bahasa Belanda, tulisan Latin dan pengetahuan lainnya. Di antara gurunya adalah Dr. J.F.C. Gericke dan C.F. Winter. Lengkap silsilah Mangkunegara IV lihat dalam web resmi kerajaan Surakarta di http://www.mangkunegara4.org/index.php/silsilah
[3] Johann Friedrich Carl Gericke atau J.F.C. Gericke (Brandenburg, Prusia, 1798 - Leiden, Belanda, 1857) adalah seorang pakar sastra dan bahasa Jawa. Jasanya yang utama ialah bahwa Gericke yang mendirikan Instituut der Javaansche Taal te Soerakarta atau "Lembaga Bahasa Jawa di Surakarta" pada tanggal 29 Oktober 1832. Lembaga ini adalah yang pertama di Hindia-Belanda. Selain itu Gericke juga dikenal sebagai orang pertama yang menerjemahkan seluruh Alkitab ke dalam bahasa Jawa. Ia diutus oleh Nederlandsch Bijbelgenootschap ke Indonesia. Selain itu ia juga dikenal sebagai salah satu bapak peneliti literatur Jawa dari Belanda. Hooker, M.B. Islam in South-East Asia, BRILL, 1988, h. 23. Bandingkan dengan Nancy K. Florida, Javanese Literature in Surakarta Manuscripts: Introduction and manuscripts of the Karaton Surakarta, Florida, ISBN 0877276005, SEAP Publications, 1993, h. 13
[4] Carel Frederik Winter, Sr. (1799-1859) atau lebih dikenal dengan C.F. Winter adalah linguis Hindia-Belanda yang banyak bekerja sama dengan Ranggawarsita dalam menulis berbagai kitab pertama yang menghubungkan kesusasteraan Jawa dan Barat. Winter adalah seorang Indo yang ditugaskan untuk mendalami sastra Jawa oleh pemerintah kolonial. Pada gilirannya, ia bersahabat dengan Ranggawarsita, pujangga dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Hubungan keduanya kemudian bersifat mutualis. Karya abadinya adalah Kawi-Javaansch woordenboek (Kamus Kawi-Jawa), yang versi terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya diterbitkan tahun 1983.
[5] Pada tanggal 24 Maret 1853 RM Sudiro namanya  menjadi  Pangeran Arya Gondokusumo diangkat menjadi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Prabu Prangwadono IV. Dan pada 16 Agustus 1857 KPAA Prangwadono IV ditetapkan  menjadi KGPAA Mangkunegoro IV dan diwisuda menjadi Kolonel Legiun Mangkunegaran. Selain etika dan kebudayaan Jawa, ia juga diberi pelajaran agama Islam, karena hidup di lingkungan yang telah memiliki tradisi keagamaan yang telah mapan. Menurut pengakuan Raden Mas Sudira seperti dituturkan dalam Serat Wedhatama, ia sangat tertarik pada pelajaran agama Islam. Sebagai manifestasi dari hasratnya untuk belajar ilmu agama, ia kemudian berguru kepada para ulama. Akan tetapi, sebagai bangsawan, Raden Mas Sudira dihadapkan pada pilihan lain, yaitu harus mengabdikan diri pada tugas-tugas dalam bidang pemerintahan. Lihat web resmi kerajaan Surakarta http://www.mangkunegara4.org/index.php/silsilah
[6] Sri Mangkunegoro IV bersahabat sangat dekat dengan Raden Ngabehi (R.Ng) Ronggowarsito, seorang pejangga keraton Solo yang hidup pada 1802-1873. Ronggowarsito lahir hari Senin Legi 15 Maret 1802 M, dan wafat 15 Desember 1873 M, pada hari Rabu Pon. Pujangga yang juga besar di lingkungan kraton Surakarta ini namanya terkenal karena dialah yang menggubah Jangka Jayabaya yang tersohor hingga ke mancanegara itu. Hingga sekarang kitab ramalan ini masih menimbulkan kontroversi. R. Ng. Ronggowarsito terlahir dengan nama kecil Bagus Burhan pada tahun 1728 J atau 1802 M, putra dari RM. Ng. Pajangsworo. Kakeknya, R.T. Sastronagoro yang pertama kali menemukan satu jiwa yang teguh dan bakat yang besar di balik kenakalan Burham kecil. Sastronagoro kemudian mengambil inisiatif untuk mengirimnya nyantri ke Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo asuhan Kyai Kasan Besari.




Daftar Pustaka

al-Qur’an al-Karîm.

Ardani, Moh.. 1995. Al Qur’an dan Sufisme Mangkunagara IV: Studi Serat-serat Piwulang. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.
Ashbahani, al, Abu Nu’aim Ahmad Ibn Abdullah (w 430 H), Hilyah al-Auliyâ Wa Thabaqât al-Ashfiyâ’, Dar al-Fikr, Bairut
Asqalani, al, Ahmad Ibn Ibn Ali ibn Hajar, Fath al-Bârî Bi Syarh Shahîh al-Bukhâri, tahqîq Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi, Cairo: Dâr al-Hadîts, 1998 M
Azdi, al, Abu Dawud Sulaiman ibn al-Asy’ats ibn Ishaq as-Sijistani (w 275 H), Sunan Abî Dâwûd, tahqîq Shidqi Muhammad Jamil, Bairut, Dar al-Fikr, 1414 H-1994 M.
Baghdadi, al, Abu Manshur ‘Abd al-Qahir ibn Thahir ( W 429 H), al-Farq Bain al-Firaq, Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet. Tth.
_________, Kitâb Ushûl ad-Dîn, cet. 3, 1401-1981, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bairut.
Baihaqi, al, Abu Bakr ibn al-Husain ibn ‘Ali (w 458 H), al-Sunan al-Kubrâ, Dar al-Ma’rifah, Bairut. t. th.
Bakri, al, As-Sayyid Abu Bakr ibn as-Sayyid Ibn Syatha al-Dimyathi, Kifâyah al-Atqiyâ’ Wa Minhâj al-Ashfiyâ’ Syarh Hidâyah al-Adzkiyâ’. Syarikat Ma’arif, Bandung, t. th.
Bayyadli, al, Kamaluddin Ahmad al-Hanafi, Isyârât al-Marâm Min ‘Ibârât al-Imâm, tahqîq Yusuf ‘Abd al-Razzaq (Dosen Usuluddin al-Azhar Cairo), cet. 1, 1368-1949, Syarikah Maktabah Musthafa al-Halabi Wa Auladuh, Cairo.
Bukhari, al, Muhammad ibn Isma’il, Shahih al-Bukhari, Bairut, Dar Ibn Katsir al-Yamamah, 1987 M
Dzahabi, al, Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman, Abu Abdillah, Syamsuddin, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, tahqîq Syau’ib al-Arna’uth dan Muhammad Nu’im al-Arqusysyi, Bairut, Mu’assasah al-Risalah, 1413 H.
_________, Mizân al-I’tidâl Fi Naqd al-Rijâl, tahqîq Muhammad Mu’awwid dan ‘Adil Ahmad ‘Abd al-Maujud, Bairut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet. 1, 1995 M
Dimyathi, al, Abu Bakr as-Sayyid Bakri ibn as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi, Kifâyah al-Atqiyâ’ Wa Minhâj al-Ashfiyâ’ Syarh Hidâyah al-Adzkiyâ’, Bungkul Indah, Surabaya, t. th.
Endah Susilantini, Titi Mumfangati, Suyami, Konsep Sentral kepengarangan KGPAA Mangku Negara IV, editor Lindyastusi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1997
Ghazali, al, Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ath-Thusi (w 505 H), Kitâb al-Arba’in Fi Ushul al-Dîn, cet. 1408-1988, Dar al-Jail, Bairut
_________, Minhâj al-Âbidîn, t. th. Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyyah, Indonesia   
Hanbal, Ahmad ibn Hanbal, Musnad Ahmad, Dar al-Fikr, Bairut
Haitami, al, Ahmad Ibn Hajar al-Makki, Syihabuddin, al-Fatâwâ al-Hadîtsiyyah, t. th. Dar al-Fikr
Hakim, al, al-Mustadrak ‘Alâ al-Shahîhain, Bairut, Dar al-Ma’rifah, t. th.
Habasyi, al, Abdullah ibn Muhammad ibn Yusuf, Abu Abdurrahman, at-Tahdzîr asy-Syar’iyy al-Wâjib, cet. 1, 1422-2001, Dar al-Masyari’, Bairut.
Ibn Balabban, Muhammad ibn Badruddin ibn Balabban ad-Damasyqi al-Hanbali (w 1083 H), al-Ihsân Bi Tartîb Shahîh Ibn Hibban, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bairut
Ibn al-Jauzi, Abu al-Faraj Abdurrahman ibn al-Jauzi (w 597 H), Talbîs Iblîs, tahqîq Aiman Shalih Sya’ban, Cairo: Dar al-Hadits, 1424 H-2003 M
_________, Shayd al-Khâthir, tahqîq Usamah as-Sayyid, Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah. Cet. 4, Bairut
Ibn as-Subki, Abu Nashr Tajuddin Abdul Wahhab ibn Ali ibn ‘Abd al-Kafi (w 771 H), Thabaqât asy-Syafi’iyyah al-Kubrâ, tahqîq Abdul Fattah Muhammad al-Huluw dan Mahmud Muhammad ath-Thanji, t. th, Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyyah.
Iyadl, Abu al-Fadl ‘Iyyâdl ibn Musa ibn Iyadl al-Yahshubi, al-Syifâ Bi Ta’rif Huqûq al-Musthafâ, tahqîq Kamal Basyuni Zaghlul al-Mishri, Isyrâf Maktab al-Buhuts Wa al-Dirasat, cet. 1421-2000, Dar al-Fikr, Bairut.
Isfirayini, al, Abu al-Mudzaffar (w 471 H), at-Tabshir Fî ad-Dîn Fî Tamyîz al-Firqah al-Nâjiah Min al-Firaq al-Hâlikin, ta’lîq Muhammad Zâhid al-Kautsari, Mathba’ah al-Anwar, cet. 1, th.1359 H, Cairo.
Jailani-al, Abdul Qadir ibn Musa ibn Abdullah, Abu Shalih al-Jailani, al-Gunyah, Dar al-Fikr, Bairut
Kalabadzi-al, Muhammad ibn Ibrahim ibn Ya’qub al-Bukhari, Abu Bakr (w 380 H), al-Ta’arruf Li Madzhab Ahl al-Tashawwuf, tahqîq Mahmud Amin an-Nawawi, cet. 1, 1388-1969, Maktabah al-Kuliyyat al-Azhariyyah Husain Muhammad Anbabi al-Musawi, Cairo
Kartodirdjo, Sartono, dkk.. 1976. Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kartodirdjo, Sartono, dkk.. 1987. Perkembangan Peradaban Priyayi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kartodirdjo,  Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu-ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.
Magnis-Suseno, Franz. 1999. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mutawalli, al, al-Ghunyah Fî Ushûl ad-Dîn, Mu’assasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah, Bairut.
Nabhani, al, Yusuf Isma’il, Jâmi’ Karâmât al-Auliyâ’, Dar al-Fikr, Bairut
Naisaburi, al, Muslim ibn al-Hajjaj, al-Qusyairi (w 261 H), Shahîh Muslim, tahqîq Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi, Bairut, Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, 1404 H.
Nawawi, al, Yahya ibn Syaraf, Muhyiddin, Abu Zakariya, al-Minhâj Bi Syarh Shahîh Muslim Ibn al-Hajjaj, Cairo, al-Maktab al-Tsaqafi, 2001 H.
Qusyairi, al, Abu al-Qasim ‘Abd al-Karim ibn Hawazan an-Naisaburi, al-Risâlah al-Qusyairiyyah, tahqîq Ma’ruf Zuraiq dan ‘Ali ‘Abd al-Hamid Balthahji, Dar al-Khair.
Rifa’i, al, Abu al-’Abbas Ahmad ar-Rifa’i al-Kabir ibn al-Sulthan ‘Ali, Maqâlât Min al-Burhân al-Mu’ayyad, cet. 1, 1425-2004, Dar al-Masyari’, Bairut.
Razi, al, Fakhruddin ar-Razi, at-Tafsîr al-Kabîr Wa Mafâtîh al-Ghaib, Dar al-Fikr, Bairut
Sarraj, al, Abu Nashr, Al-Luma’, tahqîq ‘Abd al-Halim Mahmud dan Thaha ‘Abd al-Bâqi Surur, Maktabah ats-Tsaqafah al-Diniyyah, Cairo Mesir
Sya’rani, al, Abdul Wahhab, ath-Thabaqât al-Qubrâ, Maktabah al-Taufiqiyyah, Amam Bab al-Ahdlar, Cairo Mesir.
Subki, as, Tajuddin Abd al-Wahhab ibn Ali ibn Abd al-Kafi as-Subki, Thabaqât asy-Syâfi’iyyah al-Kubrâ, tahqîq Abd al-Fattah dan Mahmud Muhammad ath-Thanahi, Bairut, Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyyah, t. th.
Suhrawardi, al, Awârif al-Ma’ârif, Dar al-Fikr, Bairut
Syahrastani, al, Muhammad ‘Abd al-Karim ibn Abi Bakr Ahmad, al-Milal Wa an-Nihal, ta’lîq Shidqi Jamil al-‘Athar, cet. 2, 1422-2002, Dar al-Fikr, Bairut.
Sulami, al, Abu Abdurrahman Muhammad Ibn al-Husain (w 412 H), Thabaqat ash-Shûfiyyah, tahqîq Musthafa Abdul Qadir ‘Atha, Mansyurat ‘Ali Baidlun, cet. 2, 1424-2003, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bairut.
Suyuthi, al, Jalaluddin Abdurrahman ibn Abi Bakr, al-Hâwî Li al-Fatâwî, cet. 1, 1412-1992, Dar al-Jail, Bairut.
Thabarani, al, Sulaiman ibn Ahmad ibn Ayyub, Abu Sulaiman (w 360 H), al-Mu’jam ash-Shagîr, tahqîq Yusuf Kamal al-Hut, Bairut, Muassasah al-Kutuh al-Tsaqafiyyah, 1406 H-1986 M.
Tirmidzi, al, Muhammad ibn Isa ibn Surah as-Sulami, Abu Isa, Sunan at-Tirmidzi, Bairut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t. th.
Web:

Web resmi Kerajaan Mangkunegara; http://www.mangkunegara4.org/


Daftar Pustaka

al-Qur’an al-Karîm.

Ardani, Moh.. 1995. Al Qur’an dan Sufisme Mangkunagara IV: Studi Serat-serat Piwulang. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.
Ashbahani, al, Abu Nu’aim Ahmad Ibn Abdullah (w 430 H), Hilyah al-Auliyâ Wa Thabaqât al-Ashfiyâ’, Dar al-Fikr, Bairut
Asqalani, al, Ahmad Ibn Ibn Ali ibn Hajar, Fath al-Bârî Bi Syarh Shahîh al-Bukhâri, tahqîq Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi, Cairo: Dâr al-Hadîts, 1998 M
Azdi, al, Abu Dawud Sulaiman ibn al-Asy’ats ibn Ishaq as-Sijistani (w 275 H), Sunan Abî Dâwûd, tahqîq Shidqi Muhammad Jamil, Bairut, Dar al-Fikr, 1414 H-1994 M.
Baghdadi, al, Abu Manshur ‘Abd al-Qahir ibn Thahir ( W 429 H), al-Farq Bain al-Firaq, Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet. Tth.
_________, Kitâb Ushûl ad-Dîn, cet. 3, 1401-1981, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bairut.
Baihaqi, al, Abu Bakr ibn al-Husain ibn ‘Ali (w 458 H), al-Sunan al-Kubrâ, Dar al-Ma’rifah, Bairut. t. th.
Bakri, al, As-Sayyid Abu Bakr ibn as-Sayyid Ibn Syatha al-Dimyathi, Kifâyah al-Atqiyâ’ Wa Minhâj al-Ashfiyâ’ Syarh Hidâyah al-Adzkiyâ’. Syarikat Ma’arif, Bandung, t. th.
Bayyadli, al, Kamaluddin Ahmad al-Hanafi, Isyârât al-Marâm Min ‘Ibârât al-Imâm, tahqîq Yusuf ‘Abd al-Razzaq (Dosen Usuluddin al-Azhar Cairo), cet. 1, 1368-1949, Syarikah Maktabah Musthafa al-Halabi Wa Auladuh, Cairo.
Bukhari, al, Muhammad ibn Isma’il, Shahih al-Bukhari, Bairut, Dar Ibn Katsir al-Yamamah, 1987 M
Dzahabi, al, Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman, Abu Abdillah, Syamsuddin, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, tahqîq Syau’ib al-Arna’uth dan Muhammad Nu’im al-Arqusysyi, Bairut, Mu’assasah al-Risalah, 1413 H.
_________, Mizân al-I’tidâl Fi Naqd al-Rijâl, tahqîq Muhammad Mu’awwid dan ‘Adil Ahmad ‘Abd al-Maujud, Bairut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet. 1, 1995 M
Dimyathi, al, Abu Bakr as-Sayyid Bakri ibn as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi, Kifâyah al-Atqiyâ’ Wa Minhâj al-Ashfiyâ’ Syarh Hidâyah al-Adzkiyâ’, Bungkul Indah, Surabaya, t. th.
Endah Susilantini, Titi Mumfangati, Suyami, Konsep Sentral kepengarangan KGPAA Mangku Negara IV, editor Lindyastusi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1997
Ghazali, al, Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ath-Thusi (w 505 H), Kitâb al-Arba’in Fi Ushul al-Dîn, cet. 1408-1988, Dar al-Jail, Bairut
_________, Minhâj al-Âbidîn, t. th. Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyyah, Indonesia   
Hanbal, Ahmad ibn Hanbal, Musnad Ahmad, Dar al-Fikr, Bairut
Haitami, al, Ahmad Ibn Hajar al-Makki, Syihabuddin, al-Fatâwâ al-Hadîtsiyyah, t. th. Dar al-Fikr
Hakim, al, al-Mustadrak ‘Alâ al-Shahîhain, Bairut, Dar al-Ma’rifah, t. th.
Habasyi, al, Abdullah ibn Muhammad ibn Yusuf, Abu Abdurrahman, at-Tahdzîr asy-Syar’iyy al-Wâjib, cet. 1, 1422-2001, Dar al-Masyari’, Bairut.
Ibn Balabban, Muhammad ibn Badruddin ibn Balabban ad-Damasyqi al-Hanbali (w 1083 H), al-Ihsân Bi Tartîb Shahîh Ibn Hibban, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bairut
Ibn al-Jauzi, Abu al-Faraj Abdurrahman ibn al-Jauzi (w 597 H), Talbîs Iblîs, tahqîq Aiman Shalih Sya’ban, Cairo: Dar al-Hadits, 1424 H-2003 M
_________, Shayd al-Khâthir, tahqîq Usamah as-Sayyid, Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah. Cet. 4, Bairut
Ibn as-Subki, Abu Nashr Tajuddin Abdul Wahhab ibn Ali ibn ‘Abd al-Kafi (w 771 H), Thabaqât asy-Syafi’iyyah al-Kubrâ, tahqîq Abdul Fattah Muhammad al-Huluw dan Mahmud Muhammad ath-Thanji, t. th, Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyyah.
Iyadl, Abu al-Fadl ‘Iyyâdl ibn Musa ibn Iyadl al-Yahshubi, al-Syifâ Bi Ta’rif Huqûq al-Musthafâ, tahqîq Kamal Basyuni Zaghlul al-Mishri, Isyrâf Maktab al-Buhuts Wa al-Dirasat, cet. 1421-2000, Dar al-Fikr, Bairut.
Isfirayini, al, Abu al-Mudzaffar (w 471 H), at-Tabshir Fî ad-Dîn Fî Tamyîz al-Firqah al-Nâjiah Min al-Firaq al-Hâlikin, ta’lîq Muhammad Zâhid al-Kautsari, Mathba’ah al-Anwar, cet. 1, th.1359 H, Cairo.
Jailani-al, Abdul Qadir ibn Musa ibn Abdullah, Abu Shalih al-Jailani, al-Gunyah, Dar al-Fikr, Bairut
Kalabadzi-al, Muhammad ibn Ibrahim ibn Ya’qub al-Bukhari, Abu Bakr (w 380 H), al-Ta’arruf Li Madzhab Ahl al-Tashawwuf, tahqîq Mahmud Amin an-Nawawi, cet. 1, 1388-1969, Maktabah al-Kuliyyat al-Azhariyyah Husain Muhammad Anbabi al-Musawi, Cairo
Kartodirdjo, Sartono, dkk.. 1976. Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kartodirdjo, Sartono, dkk.. 1987. Perkembangan Peradaban Priyayi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kartodirdjo,  Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu-ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.
Magnis-Suseno, Franz. 1999. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mutawalli, al, al-Ghunyah Fî Ushûl ad-Dîn, Mu’assasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah, Bairut.
Nabhani, al, Yusuf Isma’il, Jâmi’ Karâmât al-Auliyâ’, Dar al-Fikr, Bairut
Naisaburi, al, Muslim ibn al-Hajjaj, al-Qusyairi (w 261 H), Shahîh Muslim, tahqîq Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi, Bairut, Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, 1404 H.
Nawawi, al, Yahya ibn Syaraf, Muhyiddin, Abu Zakariya, al-Minhâj Bi Syarh Shahîh Muslim Ibn al-Hajjaj, Cairo, al-Maktab al-Tsaqafi, 2001 H.
Qusyairi, al, Abu al-Qasim ‘Abd al-Karim ibn Hawazan an-Naisaburi, al-Risâlah al-Qusyairiyyah, tahqîq Ma’ruf Zuraiq dan ‘Ali ‘Abd al-Hamid Balthahji, Dar al-Khair.
Rifa’i, al, Abu al-’Abbas Ahmad ar-Rifa’i al-Kabir ibn al-Sulthan ‘Ali, Maqâlât Min al-Burhân al-Mu’ayyad, cet. 1, 1425-2004, Dar al-Masyari’, Bairut.
Razi, al, Fakhruddin ar-Razi, at-Tafsîr al-Kabîr Wa Mafâtîh al-Ghaib, Dar al-Fikr, Bairut
Sarraj, al, Abu Nashr, Al-Luma’, tahqîq ‘Abd al-Halim Mahmud dan Thaha ‘Abd al-Bâqi Surur, Maktabah ats-Tsaqafah al-Diniyyah, Cairo Mesir
Sya’rani, al, Abdul Wahhab, ath-Thabaqât al-Qubrâ, Maktabah al-Taufiqiyyah, Amam Bab al-Ahdlar, Cairo Mesir.
Subki, as, Tajuddin Abd al-Wahhab ibn Ali ibn Abd al-Kafi as-Subki, Thabaqât asy-Syâfi’iyyah al-Kubrâ, tahqîq Abd al-Fattah dan Mahmud Muhammad ath-Thanahi, Bairut, Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyyah, t. th.
Suhrawardi, al, Awârif al-Ma’ârif, Dar al-Fikr, Bairut
Syahrastani, al, Muhammad ‘Abd al-Karim ibn Abi Bakr Ahmad, al-Milal Wa an-Nihal, ta’lîq Shidqi Jamil al-‘Athar, cet. 2, 1422-2002, Dar al-Fikr, Bairut.
Sulami, al, Abu Abdurrahman Muhammad Ibn al-Husain (w 412 H), Thabaqat ash-Shûfiyyah, tahqîq Musthafa Abdul Qadir ‘Atha, Mansyurat ‘Ali Baidlun, cet. 2, 1424-2003, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bairut.
Suyuthi, al, Jalaluddin Abdurrahman ibn Abi Bakr, al-Hâwî Li al-Fatâwî, cet. 1, 1412-1992, Dar al-Jail, Bairut.
Thabarani, al, Sulaiman ibn Ahmad ibn Ayyub, Abu Sulaiman (w 360 H), al-Mu’jam ash-Shagîr, tahqîq Yusuf Kamal al-Hut, Bairut, Muassasah al-Kutuh al-Tsaqafiyyah, 1406 H-1986 M.
Tirmidzi, al, Muhammad ibn Isa ibn Surah as-Sulami, Abu Isa, Sunan at-Tirmidzi, Bairut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t. th.
Web:

Web resmi Kerajaan Mangkunegara; http://www.mangkunegara4.org/

Comments

Popular posts from this blog

Cook preparing delicious pasta

Ajaran Tasawuf di Masa al-Khulafâ’ al-Râsyidîn

ANALISIS PENGANGKATAN ANAK MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU NO. 23 TAHUN 2002